Saham WIKA Berpotensi Beri Gain 50%

JAKARTA, Investor Daily

Penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) banyak diminati oleh investor lokal dan asing. Bahkan pesanan dari investor lokal telah melebihi porsi yang ditawarkan. Saham ini akan dilepas pada harga Rp 320-420 per unit.
Kalangan analis berpendapat performa saham WIKA di bursa bakal mengesankan. Investor diperkirakan meraih gain hingga 50% pada perdagangan hari pertama listing serta 100% pada enam bulan ke depan. Menurut Direktur Utama Wijaya Karya A Sutjipto di Jakarta, Selasa (25/9), WIKA akan menawarkan sebanyak 1,84 miliar lembar saham baru atau sekitar 31,7% dari jumlah saham setelah IPO. Dari IPO ini, WIKA meraup dana total Rp 590,76 – 775,38 miliar. Saham WIKA ditawarkan pada kisaran Rp 320-420 per unit. Sutjipto menyebutkan, penawaran saham WIKA mendapat respons bagus dari investor dalam dan luar negeri. Hal ini terbukti dari pre-marketing WIKA kepada investor luar dan dalam negeri, pekan lalu.   “Permintaan dari investor lokal sudah lebih. Tapi itu semua akan kita buktikan pada saat bookbuilding, Rabu ini,” kata dia. Rencananya, WIKA akan melakukan roadshow ke Singapura pada 27-28 September 2007.  Bertindak sebagai penjamin emisi WIKA adalah Bahana Securities, CIMB-GK Securities, dan Indopremier Securities.  

Direktur Investment Banking Bahana Securities Andy Sidharta mengungkapkan, IPO saham WIKA lebih mengutamakan investor berkualitas dan jangka panjang, seperti Jamsostek. Hal ini merupakan strategi untuk stabilisasi harga saham WIKA. 

Potensi Gain 50%

Sementara itu, analis sekuritas asing Robin Setiawan dan analis PT Phillip Securities Indonesia Mustafa Kamil sependapat, saham WIKA bakal memberi keuntungan (gain) yang cukup signifikan pada hari pertama pencatatan di BEJ. Robin menyebut sekitar 50% dari harga perdana, sedangkan Mustafa berkisar 20-30%.  Ada sejumlah alasan yang mendasari. Pertama, prospek perseroan sangat bagus karena ke depan pemerintah banyak membangun proyek infrastruktur. Apalagi sebagai BUMN, kans WIKA untuk memperoleh proyek pemerintah lebih besar ketimbang perusahaan swasta.  Kedua, berdasarkan pengalaman IPO saham sejenis, seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), performa keduanya sangat bagus di pasar modal. Robin dan Mustafa yakin investor tidak akan kapok memburu saham BUMN. Investor tidak akan trauma dengan saham BNI yang anjlok pada pencatatan hari pertama hingga saat ini yang belum melampaui harga perdana. “Apalagi, investor asing yang selalu main jangka menengah-panjang sangat menyukai saham-saham perusahaan pemerintah,” ujar Robin.  Analis PT Mahakarya Securities Willy Sanjaya mengatakan, kisaran harga IPO saham Wika sangat pantas. Apalagi, jika dibandingkan dua emiten kompetitor lainnya, yakni PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) yang dua kali dibanding harga WIKA, sementara harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) 12 kali harga WIKA. “Kalau dibandingkan dengan kompetitor, harga penawaran WIKA sudah terdiskon banyak,” kata Willy. 

Menurut Willy, dalam enam bulan ke depan, investor diperkirakan mendapatkan capital gain 100%. Selain itu, IPO WIKA dinilai tepat waktu, lantaran kondisi pasar sudah membaik. Masuknya WIKA ke bursa akan menambah variasi pada perusahaan sektor konstruksi. 

Gain IPO Tiongkok 250%

Perolehan gain yang menggiurkan terjadi dalam penawaran perdana saham di Tiongkok. Pada hari pertama pencatatan di bursa, investor bisa mengantungi gain ratusan persen.

Enam emiten di Tiongkok yang baru-baru ini menawarkan sahamnya ke publik rata-rata memberikan kenaikan harga sebesar 250% pada hari pertama perdagangan di bursa.

“Investor menilai, ini irasional. Namun, selama perekonomian Tiongkok terus bergerak, bank-bank akan memberikan hasil kinerja yang optimum,” kata Wang Xu, analis pada China Universal Asset Management Co di Shanghai, yang memiliki 6,5 juta saham Construction Bank.  

Saham BUMN perbankan, China Construction Bank mampu memberikan gain hingga 40% pada saat listing perdana. Bank terbesar ketiga di Tiongkok tersebut melepas sekitar 8,9 miliar saham senilai 58 miliar yuan (US$ 7,7 miliar) pada harga 6,45 yuan per saham. 

Dana Hasil IPO

Tentang dana hasil IPO WIKA, Sutjipto mengatakan, seluruhnya akan masuk ke dalam kas internal WIKA. Sekitar 20% dari total dana atau Rp 118,15 – 155,07 miliar digunakan untuk penguatan modal kerja proyek dalam negeri. Sementara itu, 40%-nya untuk pengembangan usaha konstruksi di luar negeri dan engineering procurement construction (EPC). Sedangkan 40% sisanya untuk investasi dan pengembangan proyek infrastruktur.  Dari 1,84 miliar lembar saham baru tadi, sebanyak 1,6 miliar saham ditawarkan untuk publik dan employee and management stock allocation (ESA). Sisanya dialokasikan untuk employee stock option (ESOP) dan management stock option (MSOP). Menurut Direktur WIKA Slamet Maryono, program ESOP dan MSOP akan dilakukan dua kali yakni tahun 2007 dan 2008.  Saat ini price to earning ratio (PER) saham WIKA sebesar 15,97 kali hingga 20,97 kali, dihitung dari proyeksi laba bersih tahun 2007. Menurut Andy Sidharta, PER WIKA sebanding dengan PER saham emiten konstruksi TOTAL dan ADHI yang sekitar 15-20 kali.  Tahun ini, WIKA menargetkan laba bersih Rp 117 miliar atau meningkat 23,15% dari laba bersih 2006 sebesar Rp 95 miliar. Sedangkan target laba bersih tahun 2008 sebesar Rp 167 miliar. Hingga kuartal III-2007, WIKA telah membukukan laba bersih Rp 100 miliar. Target penjualan tahun ini sebesar Rp 4 triliun dan tahun depan Rp 6 triliun. (c108/c114/asp/art)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: