Saham Tambang Beri Return Tertinggi

19/07/2007 02:05:48 WIB

JAKARTA, Investor Daily
Saham-saham sektor pertambangan yang masuk kriteria indeks LQ-45 menguasai 10 besar saham dengan return tertinggi hingga pekan kedua Juli 2007. Empat saham pertambangan memberikan return di atas 69%.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan return tertinggi, yakni sebesar 197,1%, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan total return 109,7%, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) 93%, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 69,7%.
 

Selama periode tersebut, BUMI membukukan capital gain sebesar 191,7% dan dividen yield 5,4%, setelah harga sahamnya menguat dari Rp 900 pada 28 Desember 2006 menjadi Rp 2.625 per 13 Juli 2007. Sedangkan PTBA memberikan gain 90,1% dan dividen yield 3%. Harga PTBA naik ke level Rp 6.700 (per 13 Juli 2007) dari sebelumnya Rp 3.525 (per 28 Desember 2006). Sementara itu, INCO dan ANTM masing-masing membukukan gain sebesar 73,2% serta 65,6%. Dividen yield INCO mencapai 14,7% dan ANTM 4,1%. Bahkan, dividen yield Inco juga tertinggi di antara saham-saham LQ-45 lainnya.    

Untuk tahun buku 2006, Bumi Resources memberikan dividen sebesar Rp 49 per saham, Bukit Asam (Rp 105 per saham), Inco (Rp 4.545 per saham), dan Antam (Rp 326 per saham). 

Bullish

Analis PT Samuel Sekuritas Christine Salim menilai, pada semester II-2007 dan jangka panjang, sektor pertambangan batubara diperkirakan masih bullish. Hal itu terkait dengan permintaan di pasar dunia yang masih tinggi, namun supply batubara kurang. “Tiongkok misalnya. Mereka masih membutuhkan batubara. Sedangkan Australia kekurangan infrastruktur, sehingga tidak banyak memproduksi batubara,” tegas dia.

Christine memperkirakan, prospek PTBA dan BUMI masih menjanjikan untuk satu hingga dua tahun ke depan, seiring meningkatnya permintaan batubara di pasar global. Namun, untuk penghasil nikel, yakni Inco dan Antam, saat ini harganya mulai terkoreksi, sehingga prospek bisnis cukup rawan. “Harga nikel pada semester dua diperkirakan tidak sebagus semester satu. Meskipun demikian, untuk jangka panjang, permintaan nikel masih cukup bagus,” tegas dia. Dia menjelaskan, harga komoditas nikel dan emas masih memiliki prospek cukup cerah. Sedangkan untuk batubara, peningkatan permintaan akan dipicu kenaikan harga minyak dunia, karena dapat menjadi energi alternatif.

Hingga akhir tahun ini, PTBA diperkirakan bergerak di level Rp 6.500. Namun, untuk jangka panjang hingga dua tahun ke depan, harga PTBA bisa mencapai Rp 10.200. “BUMI dapat menuju level Rp 3.100, dan ANTM menembus Rp 2.900 setelah stock split,” ujar dia.Sementara itu, harga INCO diperkirakan mencapai Rp 60.000 pada akhir tahun ini. Christine mengatakan, PTBA dan BUMI masih layak dikoleksi. “Tapi, ANTM dan INCO sebaiknya hold dulu,” imbuhnya. Hal senada diungkapkan Kepala Riset Mega Capital Indonesia Felix Sindhunata. Menurut dia, saham sektor pertambangan masih menarik, karena pergerakannya tergantung pada supply dan demand komoditas tersebut di pasar.

Di sisi lain, kondisi makro ekonomi di dalam maupun luar negeri masih cukup solid.Dalam pandangan dia, Antam akan banyak berekspansi. Sedangkan Inco akan melakukan cost efficiency. Dalam jangka panjang, harga nikel dan batubara diperkirakan cukup bagus, terutama karena sentimen market global. “Itulah yang membawa keuntungan bagi PTBA dan BUMI,” jelas dia. Pada akhir 2007, harga PTBA ditargetkan mencapai Rp 8.000, INCO Rp 67.850 dan Antam pada level Rp 3.320 setelah stock split.

Namun, untuk BUMI belum diperhitungkan. Namun,  analis Trimegah Securities Sebastian Tobing menilai, saat ini sektor pertambangan kurang cerah, karena harga batubara cenderung turun pada akhir tahun ini. Penurunan itu karena di spot market, harga batubara sedang turun. “Begitu juga dengan harga nikel yang cenderung turun, karena ada peralihan dari stainless steel ke non-stainless steel,” kata dia. Target harga BUMI pada akhir 2007 sebesar Rp 2.300, PTBA (Rp 4.100), INCO (Rp 51.000), dan ANTM akan mencapai Rp 2.720 per saham, setelah stock split. (c114/art)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: